Save Water Drink Beer
Tenang, saya masih ingat daratan. Toh yang gratis cuma es teh dan kawannya. Lagi saya juga masih perhatian akan halal haram :)
Comments [0]
Tenang, saya masih ingat daratan. Toh yang gratis cuma es teh dan kawannya. Lagi saya juga masih perhatian akan halal haram :)
Comments [0]
Ruang kelas memang kadang menjadi rimba, apalagi kala tak ada penguasa, semuanya berjalan sesukanya, berekspresi sesuai yang digandrunginya, entah foto, atau bergaya. Eh sama saja, ya?
Comments [0]
Mengerjakan soal memang bikin riweuh, apalagi jika buntu, bingung, lantas linglung. Padahal sudah kerap tanya ke sini dan kesitu, ujung-ujungnya paling garuk-garuk kepala. Eh, tapi ini beda, mengupil sebagai pelampiasan, konon lebih nyaman.
Comments [0]
Comments [4]
Sunyi, hanya satu manusia di sudut, itupun entah apa yang dilakukan, mencari jawaban, atau larut dalam lamunan, semuanya bias.
Sent from my Windows Mobile® device.Comments [0]
Harganya tiga ribu, jarang digunakan, seperti baru.
Sent from my Windows Mobile® device.Comments [0]
Eh atau lebih patut disebut kali? Gambaran saya sedari kecil sungai adalah tempat air jernih mengalir dengan kehidupan di dalamnya, tempat mandi orang dan hewan gembala.
Saluran air ini seingat saya 8 tahun yang lalu belum meninggi, ketika itu saya masih SD. Sekarang ketika saya SMA permukaan air semakin menggila, entah apa kabar rumah yang berada di bawahnya ketika hujan melanda. Saya lihat di sampingnya banyak lumpur dan sampah mengendap, mungkin sudah tiba waktunya untuk dikeruk, semoga segera. Sent from my Windows Mobile® device.Comments [0]
Ada alat kerja sekolah, dari pen sampai kuas, penggaris dan pelengkap lainnya, sampai air merah manis pelepas dahaga, sirup cocopandan, eh atau rasa prambors? Saya lupa.
Sent from my Windows Mobile® device.Comments [0]
Di lantai 4 rumah susun, di depan laptop ada 5 lelaki bersembunyi di belakang tirai, menikmati senja bersama, menatap gembira dan khusyuk pada layar yang bergerak.
Sent from my Windows Mobile® device.Comments [0]
Comments [0]